"Per jamnya dapat Rp 50 ribu. Yang laku kebanyakan air mineral sama kopi," kata seorang pedagang asongan, Ali (37) kepada detikcom di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (31/12/2009).
Pada hari biasanya, lanjut Ali, dalam satu jam ia cuma mendapatkan Rp 10-20 ribu saja. "Kalau hari biasa agak susah, mas," cetus Ali sambil menjajakan dagangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup laku, karena rata-rata pengunjung datang sambil membawa anak-anaknya," cetus Sukri.
Menurut Sukri, baling-baling ia jual seharga Rp 5.000 per buah, balon Rp 7.000, dan termurah layang-layang Rp 2.000. Ia juga menyediakan terompet, namun belum laris terjual.
Dikatakan Ali, meski mendapatkan rezeki banyak, dia harus kucing-kucingan dengan Satpol PP yang bertugas di Monas. Maklum, pengelola kawasan wisata itu tidak memperbolehkan pedagang untuk masuk.Β
"Waktu masuk, barang dagangan saya umpetin di dalam tas," ujarnya.
Hingga pukul 20.27 WIB, pengunjung terus membanjiri Monas. Langit di Monas sendiri saat ini terlihat mendung. (irw/rdf)











































