"Segenap pimpinan dan pegawai KPK berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 Republik Indonesia, tokoh pluralis, pejuang demokrasi, dan guru bangsa pada Rabu 30 Desember 2009 di RSCM," demikian tulis siaran pers ungkapan duka cita KPK yang dibagikan kepada wartawan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/12/2009).
Sosok Gus Dur dianggap banyak memberi inspirasi terwujudnya perubahan di negeri ini, termasuk bagi eksistensi dan keberadaan KPK. Gus Dur telah memberikan semangat juang agar tidak kendor dan takut dalam memerangi korupsi.
Saat KPK tertimpa prahara, mantan Ketum PBNU ini pun tidak luput menyemangati KPK. Gus Dur bahkan menyempatkan diri berkunjung ke KPK untuk memberi semangat meskipun pada saat itu dia sedang sakit.
"Pelajaran penting yang saya dapat dari Gus Dur ketika Beliau menyempatkan datang ke KPK, adalah agar kita tetap konsisten dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi," kenang Wakil Ketua Haryono Umar tentang sosok Gus Dur.
Sebagai tanda berduka atas kepulangan Gus Dur, bendera setengah tiang juga berkibar di halaman depan Gedung KPK. Sesuai imbauan Presiden SBY, bendera akan terus terpasang selama sepekan.
(Rez/nik)











































