"Kami tidak bisa menerima kalau dibilang bunuh diri, buktinya apa?" kata Jasuwito kepada detikcom melalui telepon, Kamis (31/12/2009).
Jasuwito lalu menuturkan, sebenarnya saat itu, 26 Oktober 2009, Aries bersama seluruh anggota keluarga tengah berlibur ke Singapura. Kebetulan keluarga asal Bali ini tengah berlibur dalam rangka hari Galungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah beberapa hari, Aries pun tidak memberi kabar pada keluarga. Dengan berat hati, keluarga akhirnya pulang ke Indonesia namun terus berusaha mencari Aries.
"Kita mengumumkan kehilangan Aries di TV Singapura, radio, koran, dan pamflet. Tapi tidak ada kabarnya," terang pengusaha ini.
Hingga kemudian anak ke 3 dari 3 bersaudara itu, ditemukan telah tewas di sebuah apartemen. "Kita baru dapat kabar 23 hari kemudian, dia disebutkan polisi bunuh diri karena loncat dari gedung," tuturnya.
Namun keluarga tidak percaya, salah satu alasannya pihak kepolisian tidak pernah menyerahkan hasil otopsi dan keterangan lain penyebab kematian Aries. "Mereka hanya bilang itu rahasia," tutupnya.
(ndr/iy)










































