PAN Minta Kekeliruan Perhitungan Suara Kena Sanksi
Jumat, 09 Apr 2004 12:34 WIB
Jakarta - DPP PAN meminta kekeliruan yang dilakukan petugas entry data dalam penghitungan suara dikenai sanksi. Hal ini untuk menjaga legitimasi penghitungan suara karena para saksi parpol dan pemantau dilarang menyaksikan proses entry data. Desakan disampaikan Sekjen PAN Hatta Radjasa dalam jumpa pers di Kantor Pemenangan Pemilu Nasional DPP PAN, Jl. Senopati, Jakarta, Jumat (9/4/2004)."Saksi dari parpol ataupun pemantau independen dilarang sama sekali menyaksikan proses rekap suara. Jadi bagaimana kita bisa melakukan koreksi bila operator melakukan kekeliruan entry data. Saksi hanya sampai di level TPS saja," protes Hatta. "Kalau memang para saksi tak diperbolehkan mengikuti proses rekapitulasi maka harus ada punisment terhadap setiap tindak kekeliruan dan kecurangan. Setiap kekeliruan yang terjadi hendaknya dikoreksi secara transparan," tambah Hatta. Sementara Wasekjen PAN Alvin Lie menegaskan, PAN mengeluarkan desakan itu bukan karena curiga terhadap operator yang melakukan entry data mempunyai tendensi politis tertentu. "Kekeliruan entry data bisa saja disebabkan oleh faktor-faktor human eror seperti kelelahan dan sebagainya," kelas Alvin.PAN sendiri mengaku menemukan indikasi tingginya salah tulis dan keliru hitung dalam proses rekap perolehan suara di kecamatan. Pada kesempatan itu, DPP PAN juga meminta KPU agar memperbaiki format publikasi perolehan suara. PAN meminta agar publikasi mencantumkan perolehan suara dari masing-masing daerah pemilihan. "Penayangan hasil perolehan di setiap daerah perolehan bisa mencerminkan prestasi riil para peserta Pemilu dalam meraih porsi perwakilan di lembaga legislatif," kata Hatta.Selain pengumuman per daerah pemilihan, PAN juga mendesak KPU untuk membuat pengumuman perolehan suara secara tertulis. Menurut Hatta, sebaiknya masing-masing KPUD menempelkan hasil perolehan suara setiap TPS di kabupaten/kota. "Langkah ini diperlukan guna memberi akses kepada masyarakat untuk bisa memastikan akurasi data perolehan suara," kata Hatta.
(iy/)











































