Rayakan Paskah, Belasan Mahasiswa Gelar Happening Art
Jumat, 09 Apr 2004 12:03 WIB
Surabaya - Di tengah perayaan hari raya Paskah, Jumat (9/4/2004), belasan mahasiswa Katholik justru menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mengimbau rakyat untuk memilih pemimpin yang benar dan mampu melayani masyarakat.Aksi yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo, Surabaya, tersebut diikuti oleh aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Rakyat. Mereka berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Katholik Universitas Dr. Soetomo, Bengkel Orang Muda Sosial dan Perhimpunan Mahasiswa Katholik Indonesia (PMKRI) cabang Surabaya.Dalam aksi yang dikemas berupa happening art tersebut, salah seorang aktivis, Doni, didandani bak Yesus Kristus. Sambil dipecuti, ia berjalan menggotong kayu salib dari Sekretariat PMKRI di Jl. Yos Sudarso menuju gedung Grahadi, yang berjarak sekitar 500 meter.Peserta aksi tampak mengenakan pakaian putih-putih. Begitu tiba di depan gedung Grahadi, mahasiswa yang menyerupai Yesus itu pun disalib. Kepalanya sempat dilumuri pewarna merah mirip darah.Yang menarik, dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa juga mengusung poster-poster yang antara lain berbunyi "Militer-Golkar Menang, Indonesia Kiamat", "Militerisme Bukan Zamannya Lagi", "Pemilu Memilih Maling Langsung" dan "Awas Orba Memimpin Lagi".Menurut Silvester Deni Harsidi, korlap aksi dari PMKRI, aksi yang bertepatan dengan Jumat Agung itu sebenarnya sebagai imbauan moral kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang memiliki karakter melayani aspirasi rakyat.Ia menolak disebut mempolitisir perayaan Paskah. "Justru ini sebagai simbol bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan rakyat yang tertindas," kilahnya.Sempat terjadi insiden kecil saat salah seorang polisi meminta pengunjuk rasa membubarkan diri karena aksinya dinilai mengandung simbol-simbol agama. Polisi khawatir aksi itu dianggap menyinggung agama tertentu. Namun setelah diberi batas waktu, unjuk rasa tetap berlangsung.
(ani/)











































