Panwaslu Desak KPU Audit Sistem TI Penghitungan Suara

Panwaslu Desak KPU Audit Sistem TI Penghitungan Suara

- detikNews
Jumat, 09 Apr 2004 11:28 WIB
Jakarta - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengaudit sistem teknologi informasi (TI) yang digunakan dalam penghitungan suara, khususnya untuk pemilihan presiden dan wakil presiden 5 Juli mendatang.Desakan itu disampaikan anggota Panwaslu Rozy Munir dalam jumpa pers mengenai penghitungan suara berbasis TI di kantor Panwaslu, Gedung Aspac, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (9/4/2004). Tampak hadir Ketua Panwaslu Komaruddin Hidayat dan anggota Panwaslu Topo Santoso.Selain itu, disebutkan Rozy, Panwaslu mendesak KPU untuk mengumumkan kepada masyarakat bahwa perhitungan berbasis TI bukan menjadi rujukan bagi keabsahan penghitungan suara pemilu 2004. KPU juga diminta menjelaskan kepada masyarakat tentang jenis jaringan TI yang digunakan untuk perhitungan suara tersebut.Kemudian, Panwaslu mendesak KPU untuk memberi akses kepada masyarakat dalam mengetahui hasil-hasil sertifikasi, rekapitulasi dan penetapan hasil suara yang telah disahkan dalam rapat pleno KPU.Dijelaskan Rozy, Panwaslu melihat berbagai kelemahan yang terkait dengan proses pengumuman perolehan suara berbasis TI. Pertama, jenis jaringan yang dipakai untuk pengiriman data dari kecamatan ke pusat data tidak jelas sehingga tidak diketahui tingkat keamanan dan kecepatan data yang dikirim.Kedua, sistem TI yang dipakai tidak diaudit oleh lembaga independen sehingga diragukan kredibilitasnya. Ketiga, sistem TI tersebut tidak ditopang oleh SDM yang memadai sehingga mengganggu proses input data dan pengolahan data."Proses input data dilakukan secara tidak transparan karena tidak bisa disaksikan oleh saksi, pemantau dan masyarakat sehingga menimbulkan kecurigaan banyak pihak," sebut Rozy.Sedangkan Komaruddin Hidayat menambahkan, KPU hendaknya menjelaskan kepada masyarakat bahwa kalau penghitungan berbasis IT diteruskan, maka hal itu hanya sebagai pembanding atau kontrol. "Prosesnya akan kita kawal betul karena akhirnya yang menjadi refensi utama adalah yang manual," tegasnya. (ani/)


Berita Terkait