"Hari ini, kita kehilangan 2 tokoh besar, Gus Dur dan Frans Seda. Mereka memberi pelajaran bagi kita bagaimana membangun bangsa. Mudah-mudahan generasi baru meneruskan perjuangan mereka. Beliau ini tokoh-tokoh pluralis yang patut dijadikan pahlawan," kata Jimly.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela melayat Frans Seda di Jl Metro Kencana V, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (31/12/2009).
Oleh karena itu, kata Jimly, seperti pemakaman Gus Dur, negara patut memberikan penghargaan tertinggi kepada Frans Seda agar dimakamkan dengan uparaca kenegaraan.
Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher juga hadir melayat Frans Seda.
Tarmizi menceritakan kenanganannya bersama Frans."Dulu setiap kami ada masalah, kami selalu ngobrol di hotel untuk menyelesaikan masalah bersama-sama," kata Tarmizi.
Tarmizi mengaku akrab dengan Frans Seda dan dengan Gus Dur. "Dengan Frans saya akrab sejak saya menjadi menteri agama. Kalau Gus Dur, karena saya dibesarkan di Jawa Timur, dalam keluarga Nahdliyin juga," ujar dia.
(aan/nrl)











































