"Rakyat Amerika Serikat bersama-sama dengan rakyat Indonesia turut berduka atas kematian mantan Presiden Abdurrahman Wahid," ujar juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, dalam pernyataannya kepada media setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (31/12/2009).
"Tokoh penting dalam transisi demokrasi di Indonesia, Presiden Wahid, akan selalu dikenang atas komitmennya terhadap prinsip demokrasi, politik inklusif, dan toleransi beragama," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau berusaha menjadi jembatan di antara orang yang berbeda keyakinan. Kami menyampaikan duka cita terdalam kami bagi keluarga mantan Presiden Wahid dan rakyat Indonesia," jelas dia.
(nvc/nrl)











































