"Pesawat sempat beberapa kali berputar sebelum jatuh," kata Kumoro, warga setempat,pada detikcom melalui telepon, Kamis (31/12/2009).
Menurut Kumoro, api sempat terlihat berkobar di lokasi kejadian. Namun tidak lama kemudian berhasil dipadamkan oleh 3 unit mobil dinas pemadam kebakaran. Buih zat pemadam api yang digunakan petugas pemadam kebakaran tampak berserakan di lokasi kejadian. Sebelumnya buih itu diberitakan sebagai pupuk yang berserakan.
Sampai pukul 10.50 WIB, bangkai pesawat masih berada di lokasi kejadian. Ratusan warga berdatangan untuk melihat bangkai pesawat tersebut.
Kerusakan Mesin
Sebelum jatuh, sebenarnya pesawat tersebut sudah memiliki tanda-tanda adanya kerusakan mesin. Karena itulah pesawat ini kemudian transit di Bandara Rahadi Usman Ketapang. Sejatinya pesawat ini akan melakukan perjalanan dari Pangkal Pinang menuju Pangkalan Bun untuk melakukan pemupukan lahan kelapa sawit.
Setelah mengalami perbaikan darurat, akhirnya pilot Sigit Yudhi Raharjo dan mekanik Titus Winarso (sebelumnya ditulis Titut) memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pada Kamis (31/12/2009) pagi. Namun naas, pesawat itu kemudian jatuh di depan IGD RSUD Agoesdjam Ketapang.
Direktur PT Smart Kalimantan Barat, Bernard, membenarkan pesawat itu mengalami gangguan mesin sehingga harus menginap di Ketapang. Namun demikian, Bernard mengaku belum mendapat informasi detil mengenai kerusakan yang dialami pesawat tersebut.
"Pesawat menginap di Ketapang karena mengalami gangguan mesin. Tapi detil kerusakannya saya tidak tahu," ujar Bernard. (djo/djo)











































