Pria kelahiran Maumere Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), 4 Oktober 1926 ini meninggalkan satu istri dan dua orang putri. Frans Seda meninggal dunia akibat faktor usia. Tokoh gereja ini sempat masuk RS Pondok Indah pada 30 November hingga 18 Desember 2009, dengan keluhan di bagian tenggorokan.
"Konfirmasi terakhir dari keluarga, keluhan bapak adalah korongkongan yang sulit untuk menelan. Namun sampai meninggal dunia, posisi bapak ada di rumah," kata perwakilan keluarga, Johanes Temalulu, kepada rekan wartawan yang ditemui kediaman Frans Jalan Metro Kencana V No. 5 Pondok Indah, Jakarta (31/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini rencananya akan dilakukan misa pada pukul 18:00 di kediaman Frans. Dua jam sebelumnya, pukul 16.00 WIB, jasad Frans baru bisa ditemui atau dilayat secara umum.
"Pagi ini hanya pihak keluarga yang melayat. Untuk umum, dijadwalkan pukul 16.00 WIB, karena masih dirapihkan. Nanti semua yang datang bisa melayat di ruang tengah," kata dia. (wep/asy)










































