"Setelah saya bacakan berita internasional, beliau mengeluh kok badannya pegal-pegal. Saya pun diminta memijit keras-keras. Padahal sebelumnya tidak begitu. Bahkan biar saya mijitnya keras, tangan saya sampai dipegang juga sama beliau,"Β kata pendamping Gus Dur, Bambang Susanto, kepada detikcom, Kamis (31/12/2009).
Menurut Bambang, sejak saat itu Gus Dur sudah merasa tidak enak badannya. Selain rasa pegal-pegal, Gus Dur juga merasa badannya linu. Untuk menjadikan Gus Dur merasa nyaman, Gus Dur pun sempat minta digoyang-goyang badannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minta Turun ke Lantai
Karena mungkin merasa sudah tidak nyaman lagi duduk di ranjang, Gus Dur berpikir duduk di lantai akan mengurangi rasa pegal-pegalnya. Para penjaga dan semua yang menemani Gus Dur saat itu menuruti kemauan mantan ketua umum PBNU tersebut.
"Beliau minta diturunkan ke lantai. Beliau berpikir dengan duduk di lantai beliau akan merasa lebih nyaman. Kami pun menurutinya. Sampai beliau dibawa naik kembali ke ranjang karena tim dokter memutuskan akan membawa Gus Dur ke ruang PJT (pelayanan jantung terpadu)," paparnya.
Keputusan membawa Gus Dur ke PJT itu diambil setelah ketua tim dokter kepresidenan Yusuf Misbah meminta Gus Dur diambil tindakan sekitar pukul 14.00 WIB. Keluarga pun menyetujui keputusan tim dokter ini karena ingin kesehatan Gus Dur pulih.
"Pada saat itu, Gus Dur langsung dibawa ke ruang PJT di lantai 2. Sejak saat itu kami sudah tidak bisa menemani beliau lagi. Sebab itu ruang khusus penanganan khusus tim dokter. Kami sekeluarga menunggu di depan ruang perawatan Gus Dur di lantai 2," tutup Bambang.
(yid/nrl)











































