"Pandangan beliau yang humanis menjadi inspirasi bagi banyak pemimpin dunia, walaupun sebagian orang sulit menerima sikapnya yang terus terang dan apa adanya," kata Andreas Acui Simanjaya, penasihat DPP Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) dalam rilisnya kepada detikcom, Kamis (31/12/2009).
Menurut Andreas, warga Tionghoa tidak dapat melupakan jasa Gus Dur yang dengan tegas dan berani memulai langkah penting dalam berkehidupan bernegara di Indonesia ini terkait hak warga Tionghoa. "Gus Dur berani memulai langkah penting dalam berkehidupan negara bahwa semua warga negara mesti dilakukan dengan setara dan adil, hal ini ditandai dengan upaya pengakuan Agama Kong Hu Cu, penghapusan SBKRI dan mencanangkan Imlek sebagai hari Libur Nasional," kata Andreas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam ini, lanjut Andreas, banyak warga Tionghoa menggelar doa bersama di berbagai tempat ibadah maupun dikompleks pemukiman untuk mendoakan Gus Dur, seorang tokoh besar Bangsa Indonesia. "Selamat jalan Gus Dur," ujar Andreas.
(asy/nwk)











































