Jakarta - Wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid menimbulkan kedukaan bagi banyak orang. Menkum HAM Patrialis Akbar mengenang almarhum sebagai tokoh pendamai.
"Dia adalah tokoh nasional yang bisa mendamaikan setiap perbedaan," kenang Patrialis usai melayat Gus Dur di RSCM, Salemba, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Menurut Patrialis dia mengetahui wafatnya Gus Dur dari televisi. Dia pun segera meluncur ke RSCM untuk melayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengar dari keluarga akan dimakamkan di Jombang. Tapi akan dibawa dulu ke Ciganjur," kata politisi PAN ini. Patrialis meninggalkan RSCM pukul 20.25 WIB.
(fay/gah)