"Kita khawatir ada duri dalam daging. Ada buaya berbaju Cicak," kata peneliti ICW, Febri Diansyah.
Hal tersebut ia sampaikan usai memberikan kado ulang tahun bagi KPK ke 6 berupa siput di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (30/12/2009).
Menurut Febri, selama KPK belum mempunyai penyidik independen maka kekhawatiran itu akan tetap muncul. Terlebih proses rekrutmen yang selama ini dilakukan tidak melalui proses seleksi yang melibatkan publik.
"Jangan sampai ada sesuatu yang mengganjal dari internal. KPK tidak akan pernah cukup independen kalau penyidiknya masih dari polisi," tegasnya.
Untuk itu, bapak satu anak ini menyarankan agar KPK melakukan pembenahan secara menyeluruh di bidang penindakan KPK. 'Duri dalam daging' yang selama ini jadi penghambat harus dibersihkan.
"Kalau perlu segera melakukan reposisi di tubuh internal penindakan," sarannya.
Wakil Koordintor ICW, Emerson Yuntho menambahkan, penyidik independen bisa diwujudkan di KPK dalam waktu dekat. Secara anggaran dan kemampuan pelatihan, tidak ada masalah bagi KPK untuk melakukan hal tersebut.
Hanya saja, perlu ada payung hukum yang jelas untuk menghadirkan para penyidik independen itu. "Salah satu caranya yang paling cepat adalah dengan meminta fatwa ke MK," pungkasnya.
(mad/rdf)











































