"George butuh dana untuk revisi," jelas Fadjroel sambil memasukkan sejumlah uang ke kardus di Doekoen Coffee di Jl Pasar Minggu, Jaksel, Rabu (30/12/2009).
Langkah Fadjroel pun lantas diikuti teman-temannya yang lain. Mereka memasukkan sejumlah uang ke kardus yang diedarkan di acara jumpa pers launcing buku 'Membongkar Gurita Cikeas' itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang George, terkait revisi mengaku dirinya tidak bekerja dengan rencana. "Ada anggaran terus bekerja. Saya bekerja ini cicilan, menulis adalah hobby dan semua yang saya lakukan karena saya senang. Saya tidak merokok saya tidak minum-minum," terang George.
Dia mengaku belum bisa menghitung anggaran untuk melakukan revisi. "Tidak bisa digambarkan, saya tidak memakai modal konvesional," imbuhnya.
George juga mengaku dirinya berbuat seperti itu karena Ramadhan berulang kali kerap memaki dia.
"Kalau ada yang memaki-maki anda berkali-kali, memfitnah Anda berkali-kali yang pertama anda lakukan mengelus dada, kedua diam, dan ketiga bereaksi," jelasnya.
Dia mengaku Ramadhan Pohan sudah untuk kali ketiga melakukan hal yang sama. "Itu sudah ketiga kali dia memfitnah melakukan hal yang sama. Sekarang siapa yang berhalusinasi," imbuhnya.
Tidak takut dengan ancaman hukuman? "Saya pikir dia pandai main drama," tutupnya.
(ndr/fay)











































