"Dia bisa menengok 90 derajat menegadah ke atas dan ke bawah sudah normal," ujar Dr Enrina Diah, dokter yang mengoperasi Santi di Rumah Sakit Royal Taruma, Jl Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (30/12/2009).
Menurut Enrina, meski sudah dapat berfungsi normal namun Santi masih membutuhkan perawatan hingga kondisinya dapat dinyatakan benar-benar aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enrina menceritakan proses operasi yang memakan banyak waktu dikarenakan luka yang dialami Santi sudah berlangsung cukup lama. Meski demikian proses operasi dapat berjalan sukses.
"Awalnya kontraktur lehernya cukup berat. Kemudian harus memasukkan selang dari mulut cukup sulit, tapi kemudian prosesnya mudah," jelas perempuan berambut panjang tersebut.
Santi Sambodo mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh akibat dibakar oleh suaminya. Sejak pukul 08.00 WIB tadi ia menjalani operasi pemisahan kontraktur bibir-leher dan transplantasi kulit.
Direncanakan setelah operasi, Santi harus menjalani rawat inap selama 5-7 hari dan kemudian dilakukan rawat jalan.
(ddt/nvc)











































