Larang Buku Beredar, Pemerintah Lakukan Blunder

Membongkar Gurita Cikeas

Larang Buku Beredar, Pemerintah Lakukan Blunder

- detikNews
Rabu, 30 Des 2009 16:58 WIB
Larang Buku Beredar, Pemerintah Lakukan Blunder
Jakarta - Bila melarang buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Cikeas', pemerintah dinilai melakukan sebuah blunder. Seharusnya pihak-pihak yang terkena sindiran membuat buku putih.

"Melarang buku itu adalah tindakan blunder yang tidak tepat di era demokrasi," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarata, Rabu (30/12/2009).

Priyo menjelaskan, George Junus Aditjondro juga pernah membuat buku tentang Cendana yang membuat petinggi Partai Golkar gerah. "Pihak yang terkena sindiran lebih baik menjawab dengan buku putih," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Priyo sendiri mengungkapkan keraguannya terhadap kebenaran buku karya George tersebut. "Saya sempat baca selintas dan tidak yakin kebenaran buku itu," katanya.

Politisi Partai Golkar ini menyatakan buku tersebut lebih banyak sisi sensasionalnya. George telah mempertaruhkan reputasinya sebagai akademisi dengan membuat buku Membongkar Gurita Cikeas.

"Semua buku boleh jadi referensi, tapi buku Pak George lebih banyak sisi sensasionalnya sehingga tidak bisa dijadikan refensi utama," katanya.

Menkum HAM Patrialis Akbar, sebelumnya, menyatakan setuju buku Membongkar Gurita Cikeas dilarang beredar. Alasannya buku itu tidak dapatย  dipertanggungjawabkan secara metodologi ilmiah. George hanya mengutip sepenggal-sepenggal berbagai sumber di media online.

(nal/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads