"Ciri-cirinya sama persis. Jadi menunggu tes DNA dilakukan supaya akurat," kata Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Gatot Edi Pramono di markasnya, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2009).
Sebelumnya, keluarga Verawati meyakini korban adalah salah satu anggota keluarganya. Tetapi belakangan, 2 keluarga lain mengaku kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri dan barang-barang mirip seperti di TKP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah perempuan tanpa identitas tersebut ditemukan di kolong tol TB Simatupang depan High Scope, Cilandak Minggu (27/12/2009). Saat ditemukan, kondisi korban pembunuhan itu dalam keadaan menyedihkan, tangan dan kaki terikat, mulut disumpal, dan kondisi tubuh mulai membusuk setengah telanjang.
Sehari kemudian, Verawati mengaku kehilangan kembarannya, Rosminawati, dan meyakini jenazah korban adalah kembarannya itu. Tetapi, Selasa kemarin 2 keluarga lain mendatangi RS Fatmawati dengan pengakuan serupa. Alhasil, polisi membutuhkan tes DNA supaya hasil akurat.
(Ari/rdf)











































