"Penghitungan koin mulai Kamis 24 Desember pukul 14.00 WIB hingga hari ini pukul 10.00 WIB. Kita mengerahkan 70 pegawai BI ditambah bantuan 16 orang dari Bank Mandiri," ujar kasir muda senior Irwin Azwir di Gedung BI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2009). Wartawan diajak oleh pihak BI untuk melihat koin yang sudah dihitung.
Menurut Irwin, 86 pegawai BI dan Bank Mandiri lembur untuk menghitung koin itu. Bahkan pada Natal 25 Desember 2009 mereka tetap menghitung koin. Mereka hanya libur pada Minggu (27/12/2009).
"Hanya hari Minggu kami tidak kerja. Hari Sabtu kami lembur. Natal kami masuk juga," kata Irwin.
Jumlah pastinya koin Prita belum disampaikan pihak BI secara resmi.
Rencananya uang akan diserahkan kepada Prita. "Tetapi bentuknya mau seperti apa terserah Bu Prita," imbuh Irwin.
Acara penyerahan koin yang direncanakan pukul 14.00 WIB belum juga dimulai karena Prita belum datang ke BI.
Saat ini, koin masih disimpan di lantai dasar Gedung BI. Koin ditempatkan dalam 21 kontainer transparan. Kontainer berupa kotak seperti akuarium dengan panjang 1 meter dan lebar 1 meter dan tinggi 30 cm.
Koin tersebut dipisahkan menjadi 16 spesifikasi berdasarkan nilai pecahan dan tahun pembuatan koin. Ada juga koin mata uang asing seperti Bath dan Ringgit. Bahkan ada juga koin pecahan Rp 1 dan koin permainan.
Irwin mengaku kesulitan dalam menghitung koin Prita. Padahal sudah ada 86 kru yang menghitung dan mesin alat penghitung uang logam digunakan. Penyebabnya karena uang tersebut harus dipisahkan dulu berdasarkan nilai pecahan dan tahun pembuatan.
Selain itu juga ketika datang ke BI, koin sudah dilakban. "Membukanya saja butuh waktu lama," tutur Irwin.
(nik/iy)











































