"Kita menyesalkan tindakan itu, kekerasan tidak dibenarkan. George harus siap mendengar pendapat orang meski menyakitkan. Di situ tantangan buat George," kata Koordinator Kontras Usman Hamid melalui telepon, Rabu (30/12/2009).
Bagaimanapun, dalam diskusi, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Emosi jangan terpancing, dan cara kekerasan jangan menjadi pilihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi insiden seperti ini dilakukan seorang penulis buku yang dikenal karena pemikirannya. "George mungkin khilaf. Cara kekerasan harus dihindari," imbuhnya.
Sebelumnya dalam launching buku 'Membongkar Gurita Cikeas' George terpancing oleh Ramadhan Pohan. Tiba-tiba dia memukulkan buku yang ada di depannya ke wajah anggota DPR itu. Menurut George, pukulan itu sama sekali tidak mengenai Ramadhan. "Tangan saya tidak mengenai dia. Bahkan buku saya pun tidak menyentuhnya," kata George.
Ramadhan sendiri mengaku sengaja menghadiri launching buku kontroversial itu meski tidak mendapat undangan. Ramadhan menyatakan ingin memberi pelajaran pada George jika terus mengeluarkan pernyataan yang keliru.
(ndr/iy)











































