KPU Didesak Hentikan Publikasi Hasil Suara Sementara
Kamis, 08 Apr 2004 14:20 WIB
Jakarta -
Komisi Pemilihan Umum (KPU) didesak agar menghentikan publikasi hasil penghitungan suara sementara sampai seluruh penghitungan suara dan Pemilu susulan selesai.Desakan disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam jumpa pers di Pusat dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta, Kamis (8/4/2004).Publikasi hasil suara dikhawatirkan akan berpengaruh secara psikologis dan politis terhadap masyarakat yang belum memilih. Selain itu Pemuda Muhammadiyah juga khawatir akurasi data saat ini tidak sama dengan hasil akhir. "Masyarakat kita memilih berdasarkan sugesti dari apa yang mereka dengar atau baca di media massa. Bukan dengan kalkulasi yang kritis dan rasional terhadap program parpol," papar Mu'ti tentang alasan kekhawatirannya. Apakah desakan ini terkait dengan perolehan suara sementara PAN yang kurang bagus? Mu'ti menampiknya. ""Bukan karena PAN menempati nomor 7 tapi karena lebih pada akurasi datanya. Kami khawatir tidak sama dengan hasil akhir. Saya kira yang suaranya habis tidak hanya PAN. PDIP, PPP, PBB juga turun," dalihnya.Mu'ti juga menegaskan perolehan suara PAN tidak mencerminkan aspirasi warga Muhammadiyah. Di Muhammadiyah terjadi pluralistik politik yang sangat tinggi. Warga Muhamamdiyah tak hanya menyalurkan hak politiknya ke PAN tapi juga ke parpol lain seperti PPP, PKS dan Golkar.Pemuda Muhammadiyah juga menyesalkan lambatnya penghitungan suara. Diingatkan, kelambatan tersebut bisa menyebabkan Pemilu Presiden dan Wapres serta penetapan anggota DPR dan DPD tidak sesuai jadwal. Maka itu Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah dan KPU bekerja secara lebih cermat dan cepat. Selanjutnya Mu'ti menyayangkan Pemilu tidak bisa digelar secara serentak sehingga harus digelar Pemilu susulan. Padahal menurutnya, Pemilu susulan akan mengurangi onyektivitas hasil Pemilu ."Ini menunjukkan lemahnya kinerja Presiden Megawati juga kinerja KPU yang kurang berkoordinasi dengan pemerintah," kritik Mu'ti.
(iy/)










































