KPU Blokir Akses Data Bisa Sulut Kemarahan Rakyat
Kamis, 08 Apr 2004 13:23 WIB
Jakarta - Pemblokiran akses data perolehan suara Pemilu 2004 dinilai sebagai pengekangan terhadap hak masyarakat. Dan pemblokiran tersebut bisa menimbulkan peluang manipulasi yang menguntungkan partai politik tertentu sehingga pada akhirnya menyulut kemarahan rakyat."Jangan sampai rakyat jadi marah gara-gara akses diblokir. Itu sama saja menghambat masyarakat untuk mengetahui informasi lebih cepat. Dan bisa jadi pemblokiran ini membuka peluang ada partai politik yang diuntungkan, misalnya ada manipulasi data," ungkap pengamat politik dari Freedom Institute, Syaiful Munjani, kepada detikcom di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2004) siang.Menurutnya, publik punya kepentingan untuk mengetahui informasi tersebut. "Meski partai-partai juga ada yang tidak dewasa dengan meminta perhitungan ini dihentikan," tegasnya. Syaiful juga mengaku heran dengan lambatnya supply data perolehan suara dari Jakarta. "Kenapa data perolehan suara di Jawa Timur lebih besar dibanding di Jakarta. Mestinya Jakarta lebih siap, apalagi dari segi logistik lebih dekat dibanding Jawa Timur," ucapnya. Ia menambahkan, tim Teknologi Informasi KPU harus segera menjelaskan masalah ini. "Faktor-faktor ini harus dijelaskan tim TI KPU. KPU harus transparansi jangan sampai menimbulkan masalah, nanti bisa repot lagi," demikian Syaiful Munjani.
(nrl/)











































