"Saya tidak tahu (dapat mobil dinas atau tidak). Mobil dinas saya masih Camry yang lama tuh," kata Mahfud dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu (30/12/2009).
Saat didesak apakah akan menolak atau menerima jika nanti diberi juga mobil dinas baru yang mewah itu, Mahfud menjawab diplomatis. Menurutnya, yang terpenting dari substansi adanya mobil dinas adalah fungsi dan manfaatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut tokoh asal Madura ini, soal mobil dinas sudah ada yang mengurus dan aturan mainnya sendiri. Dia pun menyerahkan kepada aturan main dan pihak yang bertanggung jawab. "Itu sudah ada yang ngatur dan ada aturannya. Yang ngurus cukup Biro Umum saja," pungkasnya.
Mayoritas para menteri dan pejabat menerima mobil mewah tersebut. Baru Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang dengan tegas menyatakan menolaknya.
(yid/iy)










































