"Buku itu karya seseorang. Saya tidak setuju dicabut peredarannya. Tidak baik untuk pendidikan masyarakat," kata Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Menkum HAM Patrialis Akbar, sebelumnya, menyatakan setuju kalau buku karya George Junus Aditjondro itu dilarang beredar. Menurut Patrialis, buku yang memojokkan Presiden SBY itu tidak dapat dipertanggungjawabkan secara metodologi ilmiah.
Bagi Pramono, jika ada bantahan atas buku George itu sebaiknya dilakukan dengan menulis buku oleh pendukung SBY. Sebaiknya, biarkan diskusi ilmiah berjalan di publik.
"Benar atau salah, masyarakat tentu akan menilai. Saya pikir, SBY tidak perlu menanggapi dengan reaksi berlebihan terhadap buku ini," kata pria berkacamata ini.
Justru, lanjut Pram, buku kontroversial itu makin seksi karena reaksi SBY dan pendukungnya yang berlebihan."Buku ini banyak dicari karena reaksi berlebihan SBY dan pendukungnya sehingga semakin seksi dan dicari masyarakat," kata Pramono.Β
Pramono mengaku sudah membaca buku tersebut pada 5 atau 6 hari lalu. "Bahwa ada yang benar iya, soal keberadaan Yayasan. Tetapi, bahwa keseluruhan buku itu apakah benar, saya termasuk yang belum mempercayai," ujar politisi PDIP ini.
(aan/iy)











































