"Unsur ilmiah itu kalau dia tidak mencantumkan sumber lain. Ini dia masukkan referensinya semua," kata pengajar Ilmu Politik UI, Boni Hargens.
Hal tersebut disampaikan bersama 'kelompok dosen progresif Indonesia untuk pengungkapan skandal Century' di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (31/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boni menjelaskan, segala sesuatu yang ditulis George sudah memenuhi unsur ilmiah meski memakai data sekunder. Dalam setiap kalimatnya didukung fakta dan data secara objektif.
"Kalau ada pelarangan, itu hanya kegerahan dari penguasa saja. Bukan karena tidak ilmiah," lanjutnya.
Airlangga menambahkan, data sekunder juga termasuk sumber ilmiah. Lagipula, bukan kali ini saja George menulis kritikan terhadap penguasa.
"Jadi kalau ada tudingan ada yang menggerakkan dia tidak mungkin. Karena selama 3 kali periode presiden semuanya dikritik. Berati objektif," ucapnya.
(mad/nrl)











































