Hal itu terjadi saat SBY bersilaturahmi dengan peserta 'Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits Tahunan Amir Sulthan Abdul Azis Al Suud tingkat Asean' di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2009).
Dalam silaturahmi itu hadir beberapa pihak mewakili Kerajaan Arab Saudi. Antara lain Menteri Penasihat Dewan Kerajaan Abdullah Bin Muhammad Bin Abdurrahman Al Muthlaq, imam dan khatib besar Masjidil Haram Makkah Dr Abdurrahman Bin Abdul Aziz Al Sudais, dan imam dan khatib Masjid Nabawi Madinah Dr Abdul Muhsin Al Qasim serta beberapa staf dari Kedubes Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadharma memberikan sambutan dalam bahasa Indonesia dan Al Muthlaq memberikan sambutan dalam bahasa Arab. SBY pun mendengarkan sambutan Al Muthlaq yang diterjemahkan melalui audio dan didengarkan via headphone.
Saat tiba giliran SBY ke podium, SBY pun melontarkan protes karena kualitas suara audio kurang prima. Sehingga kualitas suara penerjemah kurang bisa didengar. "Sebelum saya memberikan sambutan, saya merasa tidak jelas penerjemahannya," ujar SBY.
SBY pun memanggil sang penerjemah bahasa Arab itu ke depan. SBY menyuruhnya menterjemahkan pidatonya langsung melalui standing microphone yang sudah disediakan di sebelahnya.
"Mohon di sini saja penerjemahnya. Mohon maaf atas kurang jelasnya suara penerjemah," perintah SBY. Lantas, hadirin pun meninggalkan alat audio dan headphone-nya.
Musabaqah ini merupakan gagasan SBY dan Hidayat Nurwahid yang disampaikan kepada Pangeran Sulthan Bin Abdul Aziz Al Suud dari Arab Saudi. Musabaqah ini merupakan tahun ketiga yang diselenggarakan. Tahun ini Musabaqah ini diikuti 114 peserta dari Asia Tenggara dan Asia Barat Daya.
(nwk/asy)











































