Dua Bulan Terakhir di Tahun 2009, SBY Terlihat Inferior

Dua Bulan Terakhir di Tahun 2009, SBY Terlihat Inferior

- detikNews
Selasa, 29 Des 2009 17:17 WIB
Dua Bulan Terakhir di Tahun 2009, SBY Terlihat Inferior
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam dua bulan terakhir dinilai tidak menciptakan kepemimpinan yang membangun. Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan berpendapat, keluh-kesah, curhat, dan sikap memelas yang kerap diungkapkan SBY di depan publik dinilai tidak menguntungkan dalam membangun citra dirinya.

"Bicara krisis, bukan hanya SBY yang menghadapi. Tapi dihadapinya jangan dengan tampil memelas. Seseorang yang dalam posisi inferior, jika tampil memelas akan dikasihani. Tapi kalau orang dalam posisi superior, dan dia memelas, tidak akan dikasihani," kata Anies.

Hal tersebut disampaikan dia saat menyampaikan Refleksi Akhir Tahun "Rekayasa Indonesia Baru" di Auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sikap lemah tersebut, menurut Anies, tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin yang kuat. Dia berpendapat ujung-ujungnya adalah kehilangan kewibawaan di depan pendukungnya sendiri, seperti yang terlihat saat menghadapi kasus Bibit-Chandra.

"Kasus Bibit-Chandra sebenarnya soal leadership dan keberanian. Hadapi saja seharusnya kelompok penentang itu. Tapi, ketika pemimpin posisinya to please everyone, maka dia akan kehilangan kewibawaan dari kelompok pendukung dan tidak berani menghadapi penentang," kata Anies.

Dalam 5 tahun pertama kepemimpinannya bersama Jusuf Kalla (JK) pada tahun 2004-2009, Anies melihat, SBY lebih menjalankan komunikasi antara dirinya dan rakyat. Sedangkan peran komunikasi dengan kekuatan politik diambil oleh JK.

"Sekarang, dikerjakan sendiri dan terbukti dalam dua bulan ini tidak dikelola dengan baik sehingga memunculkan riak-riak politik yang menguras energi," tandasnya.

(Ari/nvc)


Berita Terkait