"Innova kan bagus dan produksi dalam negeri. Kalau mau meningkatkan industri dalam negeri ya Innova," kata Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan, Haryono Umar, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (29/12/2009).
Haryono menegaskan, pimpinan KPK tidak akan mau menerima mobil seharga Rp 1,3 miliar tersebut jika diberi pemerintah. Alasan penghematan uang negara menjadi alasannya.
"Seharusnya bisa lebih hemat," imbuhnya. Mobil dinas pimpinan KPK saat ini adalah Innova.
Pemerintah membeli 150 unit Toyota Crown Royal Saloon 3.000 cc untuk para pejabat negara. Pihak Toyota menyebut mobil itu Rp 1,3 miliar sudah termasuk pajak. Mensesneg Sudi Silalahi membantah harga mobil itu dan menyebutnya hanya di bawah Rp 1 miliar.
(mad/nrl)











































