"Kita menyesalkan Depkominfo memakai cara-cara lama. Itu sama saja menyogok wartawan," kata anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi kepada detikcom, Selasa (29/12/2009).
Di dalam jumpa pers akhir tahun, Depkominfo membagi-bagikan doorprize berupa BlackBerry Gemini, ponsel Samsung dan Esia. Menurut Alamudin, tindakan itu sangat tidak etis dan menghamburkan uang.
"Depkominfo mau jadi Sinterklas. Dananya dari mana itu harus ditanyakan. Jangan-jangan ini untuk menghabiskan anggaran," cetus Alamudin.
Alamudin menambahkan tidak mungkin ada pos APBN di Depkominfo untuk membagi-bagikan alat komunikasi. Wartawan harus menolak pemberian hadiah semacam ini karena jelas-jelas melanggar kode etik.
"Wartawan yang profesional harus menolak hadiah itu," tegas dia.
Depkominfo lanjut Alamudin harus mempertanggungjawabkan kegiatan itu. Apalagi jika benar, dananya diambil dari anggaran departemen. "Itu sama saja dengan menyalahgunakan anggaran negara," pungkasnya.
(fay/iy)











































