Studi Banding DPRD DKI Dipertanyakan

Studi Banding DPRD DKI Dipertanyakan

- detikNews
Selasa, 29 Des 2009 15:54 WIB
Studi Banding DPRD DKI Dipertanyakan
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akhir tahun ini melakukan studi banding ke Bali. Namun banyak yang menilai kunjungan akhir tahun tersebut tidak bermanfaat dan hanya menghabiskan anggaran.

Terhadap hal ini, DPRD pun menyangkalnya. Menurut mereka, studi banding yang dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 9 Desember lalu sangatlah bermanfaat bagi masyarakat Jakarta.

"Kita belajar dari Bali mengapa dengan anggaran Rp 9 M bisa meningkatkan sektor pariwisata dengan maksimal," ujar anggota Komisi B, Andyka, saat jumpa pers laporan akhir tahun di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Andyka, cara yang diterapkan oleh Pemprov Bali dengan memaksimalkan anggaran pariwisata langsung kepada stakeholder terbukti ampuh dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.

"Kita tentunya akan belajar dari Bali agar kita juga bisa meningkatkan pariwisata kita," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Komisi A yang membidangi pemerintahan. Menurut Ketua Komisi A, Ida Mahmuda, kunjungan tersebut bukanlah sekadar untuk menghabiskan anggaran akhir tahun saja, namun memang benar ada manfaatnya.

"Kita baru tahu saat diskusi dengan Pemprov Bali kalau di Kabupaten Jembrana ada KTP asuransi. Kenapa itu tidak kita terapkan di Jakarta?" ujar Ida.

Namun sayangnya, saat ditanya lebih lanjut terkait dengan KTP asuransi tersebut, Ida enggan berkomentar dan mengaku tidak tahu menahu.

"Kita cuma ketemu sama Pemprov-nya, kita tidak ke Jembrana. Jadi kita tidak tahu bagaimana sistemnya," pungkasnya.

(her/nvc)


Berita Terkait