"Dari Matraman sudah nyium bau gas. Pas di depan Pertamina, kita disuruh turun semua. Pas disuruh turun, sempat bunyi ledakan 2 kali. Terus, api nyala membakar sebagian belakang bus," kata seorang penumpang, Agus Brewok, di lokasi kejadian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2009).
Saat bus terbakar, lanjut dia, karyawan Pertamina dan beberapa polisi berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air yang diambil dari Gedung Pertamina sebelum pemadam kebakaran datang.
Cerita serupa disampaikan Rudi, yang duduk di kursi bagian belakang bus. "Tiba-tiba nyium bau gas dan bau ban terbakar. Keneknya ngomong untuk segera turun," kata Rudi.
"Saat api nyala dari bawah dan terus membesar, penumpang inisiatif turun sendiri, berdesakan, panik," lanjutnya.
Menurut dia, bus saat itu penuh penumpang. Sekitar 20 penumpang berdiri bergelayutan.
Petugas pemadam kebakaran terus memadamkan api. Arus lalu lintas dari arah Kampung Melayu ke Ancol padat merayap. Bus TransJ yang melewati rute itu terpaksa keluar ke jalur reguler.
Sang Sopir, Edward dibawa ke Polres Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan.
(aan/iy)











































