Panwaslu Yogya Temukan Money Politics Sejumlah Caleg dan DPD
Kamis, 08 Apr 2004 02:41 WIB
Yogyakarta - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Yogyakarta menemukan 7 kasus money politics yang dilakukan para calon legislatif dan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Saat ini, dari 7 kasus itu, 3 kasus sudah langsung ditangani oleh kepolisian. Sedangkan 4 kasus lainnya masih dalam kajian panitia pengawas pemilu tingkat kecamatan."Laporan dan bukti yang diterima Panwaslu semuanya cukup kuat. Artinya laporan itu disertai saksi-saksi dan barang bukti. Namun kita tidak bisa gegabah untuk mengatakan mereka telah melakukan politik uang," kata Wakil Ketua Panwaslu Yogyakarta, Ramdlon Naning kepada wartawan di kantor Jalan Janti Yogyakarta, Rabu (7/4/2004).Menurut Ramdlon, kasus tersebut yang dilakukan caleg dari parpol di antaranya PKPB, PKB, PDIP, Partai Golkar dan seorang calon DPD Ibnu Utomo. "Kasus ini sudah ada yang ditangani polisi. Bagi kami, status mereka adalah tersangka yang sekarang sedang ditangani polisi," katanya.Kasus politik uang di Kabupaten Sleman melibatkan caleg dari PKB untuk DPRD kabupaten Sleman. Praktek money politics itu antara lain oleh caleg PKB Sleman yakni, Rahayu Widinuryani, Fairus Ahmad dan Marsono. "Satu kasus dilakukan oleh caleg dari PKPB atas nama Agustinus Suryata. Dan 1 kasus oleh caleg dari P Golkar atas nama FX Supardi serta seorang calon DPD," katanya.Ramdlon mengatakan seorang caleg lagi dari PDIP yang menempati nomor urut 5 untuk DPRD Kabupaten Sleman atas nama Suprapto juga dilaporkan telah melakukan money politics. Pendukung caleg tersebut telah membagi-bagikan amplop berisi uang Rp 10 ribu dan stiker yang ada gambar serta nomor urut caleg bersangkutan. Selain itu lanjut Ramdlon, mereka membagi-bagikan uang, ada caleg juga yang memberikan bantuan berupa material batu krakal sebanyak 49 truk untuk memperbaiki sebuah jalan desa. "Laporan kasus politik uang yang dilaporkan ke Panwaslu baru itu, dari kabupaten lain belum ada. Namun kemungkinan jumlahnya lebih banyak lagi, itu bisa terjadi," katanya.Menurut Ramdlon, kasus yang melibat seorang caleg PDIP No 5 Suparto ditemukan di Kecamatan Gamping Sleman. Sedangkan yang melibatkan seorang caleg dari PKPB yang melibatkan Agustinus Suryata terjadi Ngawen Pakem Sleman. Kasus lainnya adalah di Depok Sleman yang diduga melibatkan Rahayu Widinuryani SH dari PKB. Di wilayah Kecamatan Mlati Sleman diduga melibatkan Fairus Ahmad (PKB) dan Jagalan Sayegan Sleman yang diduga melibatkan Marsono (PKB). Sementara di Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Sleman diduga melibatkan Ibnu Utomo yang merupakan calon DPD.
(mar/)











































