Tangani Irak, Bush Rapat Lewat Telekonference

Tangani Irak, Bush Rapat Lewat Telekonference

- detikNews
Kamis, 08 Apr 2004 01:28 WIB
Washington - Keadaan keamanan yang semakin tidak menentu di Irak, dan semakin meluasnya perlawanan rakyat terhadap pasukan AS dan pasukan gabungan. Hal ini memaksa Presiden Bush melakukan langkah penting dengan berbicara langsung kepada para pembantunya di Irak.Seperti dilaporkan kontributor detikcom, Kusuma Andhika, persoalan di Irak semakin menjadi perhatian rakyat setelah koran The New York Times dan The Washington Post, Rabu (7/4/2004) memuat foto seorang marinir AS yang sedang memanggul jasad rekannya yang gugur pada pertempuran di Ramadi, sehari sebelumnya. Padahal belum hapus dari ingatan rakyat Amerika tayangan TV AS yg memperlihatkan mayat warga AS yang di seret-seret di jalanan oleh warga Falujah.Hari ini, Presiden Bush akan mengadakan Konferensi Video langsung dengan Baghdad dari kediaman pribadi Presiden di Crowford, Texas. Akan ikut dalam konperensi video langsung itu tim penasehat keamanan Presiden antara lain, Menteri Pertahahan Donald Ramsfeld, Kepala Staff Gabungan Angkatan Bersenjata AS Jenderal (AU) Richard Meyer, Penasehat Keamanan Nasional Condoleezza Rice. Sedangkan dari Baghdad akan bergabung Kepala Pemerintahan Sipil Irak John Bremer dan penguasa militer AS untuk Irak, Mayjen John Abizaid.Dalam acara briefing kepada wartawan di Pentagon kemarin, Menhan Ramsfeld menjelaskan, Pentagon akan mengikuti permintaan dari Irak. Apapun yang mereka minta akan kita berikan, tapi saat ini mereka bilang semua sesuai dengan rencana, tegas Ramsfeld. Penjelasan Ramsfeld ini untuk menjawab desakan berbagai pihak agar AS menambah lagi pasukannya di Irak. Menurut data terakhir yang dilansir media massa di AS, pasukan yang ada di Irak saat ini berjumlah 135 ribu orang, 20 ribu lebih banyak dari rencana semula.Sementara Presiden Bush sendiri berpendapat, penguasa militer di lapangan yang harus meminta tambahan pasukan. Bagaimanakah Gedung Putih menangani krisis terakhir di Irak? Kita tunggu hasil konferensi video yang akan berlangsung siang atau petang waktu Washington,DC. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads