Dalam sidak, Yosep berjalan dan melihat-melihat ke setiap sudut toko buku raksasa itu untuk mencari buku tersebut. Namun buku seharga Rp 38.500 itu tidak juga didapatnya.
"Kami dapat laporan dari penerbit, mereka katakan minggu lalu ada hambatan distribusi karena toko besar seperti Gramedia batal memesan. Ada juga yang menarik buku tersebut karena berhubungan dengan Cikeas," ujar Yosep, Selasa (29/12/2009).
Yosep berharap, buku setebal 183 halaman itu tidak dilarang beredar. Dia juga berharap masyarakat diberi kebebasan untuk menilai dan membaca buku itu.
"Kami ingin ruang publik diberikan. Jangan sampai buku seperti ini dilarang. Ini sama saja mundur seperti Orba," kata dia.
Yosep mengatakan, dari info yang diperolehnya, buku itu belum didistribusikan ke Gramedia. Dia mengaku, ada kebijakan agar buku itu tidak diedarkan terlebih dulu.
"Memang buku ini belum didistribusi. Ada kebijakan dari pusat untuk di Gramedia Matraman buku ini tidak diedarkan dulu," ujar Yosep.
Rencananya setelah ke Gramedia Matraman, Yosep akan mendatangi Toko Gunung Agung di Kwitang, Jakarta Pusat. Dari Kwitang, Yosep akan bertandang ke Gramedia Grand Indonesia.
Kunjungan Yosep kali ini sempat membuat pengunjung bertanya-tanya. Sebab meski seorang diri, Yosep didampingi 20-an wartawan, termasuk kamera yang menyorot terang. Yosep mengitari toko tanpa didampingi pejabat toko buku Gramedia Matraman.
(nik/nrl)











































