135 Warga Girimulyo Lakukan Pemilu Susulan

135 Warga Girimulyo Lakukan Pemilu Susulan

- detikNews
Rabu, 07 Apr 2004 22:38 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 135 orang warga Girimulyo, Yogyakarta Rabu (7/4/2004) melakukan pemungutan suara susulan. Pemungutan suara susulan itu dilakukan warga di lereng perbukitan Menoreh ternyata tidak hanya membuat repot Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saja tetapi warga juga ikut repot.Bila pada hari Senin kemarin warga dan KPPS sudah merelakan waktunya untuk tidak bekerja, hari inipun mereka juga demikian. Meski begitu sebanyak 135 warga yang terdaftar di TPS XI di Dusun Beteng Desa Jatimulyo itu tampak antusias.Pemilu susulan itu digelar akibat surat suara tertukar dengan dapel lain saat pemilu (5/4/2004) kemarin. Kalau pemilu 5 April kemarin jari tangan kiri yang dicelupkan ke tinta pemilu, saat ini ganti jari kanan yang harus dicelupkan. Ketua KPPS setempat Sugito kepada wartawan mengatakan sebenarnya warga yang terdaftar sebagai pemilih tetap sebanyak 136 orang tapi yang bisa hadir sebanyak 135 orang. Satu orang warga atas nama Legirah tidak bisa hadir karena tengah melahirkan anak. Pemilu ulang hari ini telah menguras tenaga sembilan PPS yang ada. Untuk melakukan sosialisasi adanya pemilu ulang mereka harus naik turun perbukitan mendatangi pemilih satu per satu. Selama dua hari dua malam sejak pemilu dinyatakan diulang 5 April pukul 16.00, semua petugas berkeliling dusun mendatangi rumah satu persatu."Karena kami tinggal diperbukitan Menoreh, kami pun harus naik turun bukit menemui pemilih agar memahami masalah tersebut. Untungnya warga bisa mengerti semua keadaan tersebut sehingga mereka pun rela datang hari ini mengikuti coblosan ulang," katanya.Sementara itu seorang warga setempat Paimo (43) mengaku dirinya sempat kaget sewaktu diberitahu ada pencoblosan ulang. Dirinya terpaksa hari ini tidak bekerja sebagai buruh tani. "Mau gimana lagi, setelah diberitahu petugas kami pun menjadi maklum. Ini kan kepentingan negara dan terpaksa tidak bekerja dulu hari ini," katanya. (mar/)


Berita Terkait