George Tidak akan Minta Maaf pada Antara

Membongkar Gurita Cikeas

George Tidak akan Minta Maaf pada Antara

- detikNews
Selasa, 29 Des 2009 10:11 WIB
George Tidak akan Minta Maaf pada Antara
Jakarta - George Junus Aditjondro menolak desakan LKBN Antara agar meminta maaf terkait tudingan bahwa Antara telah mengalihkan sebagian dana PSO (Public Service Obligation) Antara untuk Bravo Media Centre (BMC).

"Saya tidak meminta maaf. Tidak ada yang perlu dimaafkan," kata George saat berbincang dengan detikcom, Selasa (29/12/2009).

Penulis buku Membongkar Gurita Cikeas ini  beralasan, penulisan itu sudah berdasarkan data yang akurat dari internal Antara. Sehingga dia pun yakin dengan keterangan sumber internal yang tidak disebutkan namanya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berdasarkan info dari orang dalam yang cukup valid. Dan dikaitkan dengan Direktur Pemasaran Antara (Rully Ch Iswahyudi) saat itu masih sebagai tim sukses Demokrat," jelasnya.

Tidak hanya itu, berdasarkan situs resmi tim sukses Partai Demokrat (PD), George mengetahui Rully Ch Iswahyudi masih aktif sebagai tim sukses PD. "Dengan gabungan info orang dalam secara lisan di Antara dan situs tim sukses PD, Iswahyudi ini saya rasa itu akurat," tegasnya.

Meski banyak pihak keberatan pada isi buku tersebut, namun hingga kini George tetap merasa aman-aman saja. "Sejauh ini nggak ada ancaman-ancaman," ujar George yang saat ini berada di Jakarta tersebut.

George juga mengaku siap menghadapi langkah hukum Antara, termasuk somasi.  "Saya siap saja," ujarnya.

George mengaku, tidak ada langkah khusus yang akan dilakukan dalam menghadapi tuntutan LKBN Antara. "Nanti dijawab secara hukum juga, kalau mereka mengajukan ke pengadilan," katanya.

Sebelumnya, Dirut Perum LKBN Antara Dr Ahmad Mukhlis Yusuf menyangkal tudingan George terkait pengalihan PSO Antara ke BMC. ”Itu sama sekali tidak benar, karena secara substansi dan teknis tidak mungkin pengalihan dana itu dilakukan. Kami minta Aditjondro merevisi buku itu dan meminta maaf karena telah menyebarkan informasi bohong dan menyesatkan. Kalau tidak, kami akan ambil langkah hukum somasi,” katanya.

Sedangkan Direktur Komersial dan IT Rully Ch Iswahyudi LKBN Antara menyatakan dirinya  tidak pernah terlibat dalam pengelolaan BMC saat Pilpres. Sedangkan dalam keterkaitannya sebagai Tim Sukses SBY-Boediono, Rully sudah mengundurkan diri sebelum pelaksanaan kampanye Pilpres 2009. Hal itu sebagaimana tertuang dalam notulen Rapat Direksi pada 9 Juni 2009. (mei/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads