"Toko buku kecil menjual secara diam-diam, seperti jual narkoba," ujar Ketua Presidium Forum Kepemimpinan Pemuda Indonesia yang juga panitia launching buku George, Haris Rusly, kepada detikcom, Selasa (29/12/2009).
Menurut aktivis 1998 ini, toko buku kecil tersebut tidak memamerkan buku yang dijual di etalase namun disimpan di gudang. Ketika ada yang bertanya baru akan diambilkan.
Buku tersebut telah diluncurkan di Yogyakarta pada Rabu 23 Desember. Sedang peluncuran di Jakarta dilakukan Rabu 30 Desember. Saat peluncuran besok, panitia akan berusaha memenuhi permintaan buku dari masyarakat. Haris saat ini mengantongi 60 eksemplar.
"Buku yang ada di toko buku besar yang tidak dijual itu kami harapkan bisa ditarik, supaya besok bisa dijual," kata Haris.
(ddt/nrl)











































