"Kalau saya amati reaksi SBY sekarang lebih terkendali. Beliau hanya
mengatakan ada fitnah, ada kritik yang tidak berdasar," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit kepada detikcom, Selasa (29/12/2009).
Buku 'Membongkar Gurita Cikeas', menurut Arbi memang kurang otentik. Belum ada fakta-fakta otentik dan masih berupa indikasi-indikasi yang masih diperdebatkan kebenarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena relasi antara satu peristiwa satu dengan peristiwa lain belum jelas, dalam hal ini relasi bailout dengan tokoh-tokoh Demokrat, operasional kampanye SBY relasinya hanya berdasarkan indikator," imbuhnya.
Arbi menambahkan, alangkah tepatnya jika dalam buku George Aditjondro tersebut disertai dengan data-data yang mendukung tudingan-tudingan yang dia tujukan kepada SBY.
"Jika tidak ada data-data seperti itu, susah dong. Jadi lebih banyak berdasarkan hipotesis, dibuktikan hanya dengan indikasi-indikasi yang sama-sama terjadi sehinga dapat dikatakan baru berupa hubungan koinsidensi, bukan hubungan korelasi. Itulah kelemahan ilmu susoal," jelas Arbi.
(anw/nrl)











































