Seperti dilansir AFP, Senin (28/12/2009), Abdulmuttalab mencoba meledakkan pesawat yang mengarah dari Amsterdam ke Detroit itu dengan sebuah detonator kecil. Di dalam pesawat tersebut berisikan penumpang sekitar 300 orang.
Peristiwa tersebut memberikan kesan buruknya pengamanan airport akan aksi terorisme. Tersangka sendiri adalah anak hartawan yang tengah belajar di London University.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas pelaksana hukum lain mengatakan tersangka mengakui telah dilatih oleh mata-mata Al Qaeda dan diberikan pelatihan oleh pelatihan bagaimana cara meledakkan bom tersebut. "Tuduhan penyerangan di atas pesawat AS pada saat Natal menunjukkan bahwa kita harus waspada dalam aksi terorisme setiap saat," kata jaksa penuntut umum, Eric Holder.
(mei/anw)











































