Penemuan mortir ini bermula dari suara ledakan yang sempat menghebohkan warga. Beruntung, tidak ada korban dari peristiwa ini. Mendapat laporan, Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam I Bukit Barisan, langsung melakukan pencarian di sekitar ledakan. Dari hasil pencarian, ditemukan 64 buah proyektil meriam dari dasar muara.
"Sempat dengar dua kali ledakan dari arah muara. Tapi tidak tahu suara apa itu. Saat tentara menyelam dan warga heboh, baru tahu itu mortir," kata Susi, salah seorang warga, Senin (28/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan itu langsung diamankan untuk mengantisipasi agar tidak digunakan pihak-pihak tertentu yang dapat melukai warga atau mengganggu stabilitas keamanan," kata Ahmad.
Guna pengamanan, proyektil meriam tersebut selanjutnya diserahkan kepada Polres KP3 Belawan. Kapolres KP3 Belawan, AKBP Endro mengatakan, pihaknya telah mengamankan 80 mortir dan proktil meriam dalam dua bulan terakhir dari empat kali penemuan.
"Ini temuan yang keempat kali. Atas temuan ini, Polres KP3 Belawan akan terus berkordinasi dengan Detasemen Intelijen Kodam I Bukit Barisan," kata Endro.
(rul/anw)











































