"Analisa George itu bohong besar. Mana mungkin kita bisa mengeluarkan dana untuk seperti itu, pengurusnya pasti tidak mau. Jadi harus melewati dewan pembina, sangat tidak mungkin. Dan kalau George punya analisis punya analisa seperti itu, itu baru tidur lama dan kemudian baru bangun," kata Djoko melalui telepon, Senin (28/12/2009).
Dia sendiri enggan melakukan menggugat George atau melakukan komplain terkait buku tersebut. "Tidak ada yang aneh di buku itu, buang-buang waktu saja. Dia itu menghembus-hembuskan biar rame," terangnya.
Kemudian terkait adanya sumbangan dari buron BLBI Djoko S Tjandra, Djoko mengaku tidak tahu karena dia tidak pernah melihat pembukuan karena itu urusan sekretaris. Ditambah lagi yayasan bisa menerima dana dari mana saja.
"Mengenai siapa yang menyumbang itu puluhan dan semua masuk ke rekening yayasan. Mungkin saja bisa seperti apa yang disampaikan Pak Bibit (Wakil Ketua KPK). Jadi Ketua Dewan Pembina tidak tahu betul. Kalau ada nama-nama kita tidak tahu, mungkin benar juga tapi kita tidak tahu satu persatu," terangnya.
Djoko menjelaskan, bila yayasan yang dia pimpin tidak seperti apa yang dikatakan George bila yayasan itu berafiliasi ke SBY. "Yayasan ini bukan baru-baru menjelang pemilu, jadi tidak ada kaitan dengan Pak SBY," imbuhnya.
Dia mengaku yayasannya tiap tahun diaudit dan hasilnya tidak ada masalah. "Jadi jangan kemudian dikaitkan dengan kasus century," tutupnya.
(ndr/anw)











































