UAN Akan Menuai Protes Besar
Rabu, 07 Apr 2004 17:03 WIB
Jakarta - Pertengahan Mei depan, Ujian akhir nasional (UAN) akan digelar. Sejumlah orang tua harap-harap cemas. Pasalnya tahun ini diberlakukan UAN sistem baru. Diperkirakan akan muncul gelombang protes besar. Mogok nasional? "Kalau caranya seperti sekarang ini. Kewenangan kelulusan dicabut dari sekolah, ini akan menimbulkan protes besar," kata pengamat pendidikan Arif Rahman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/4/2004).UAN untuk SMU akan digelar 10-17 Mei 2004. Sedangkan untuk SMK akan dimulai 10-15 Mei 2004. Berdasarkan catatan Dikmenti DKI, peserta UAN tahun ini sebanyak 151.368 siswa.UAN tahun ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Persyaratan kelulusan maupun model yang terkait dengan ujian tidak sama lagi. Dalam ketentuan yang baru UAN hanya dilakukan sekali dan tidak ada lagi ujian ulangan. Selain itu syarat kelulusan juga berbeda. Tahun lalu syarat kelulusan adalah nilai rata-rata terendah untuk lulus adalah 6,0. Saat ini diubah, semua mata pelajaran minimal 4,01. Bila ada satu saja nilai pelajaran 4 atau di bawah 4 maka siswa tidak lulus. Sebelumnya sepanjang 2000-2003, nilai terendah untuk tiap mata pelajaran hanya 3,01. Dengan tidak adanya ujian ulangan maka siswa yang tidak lulus harus tinggal kelas. Mereka harus satu tahun lagi mengulang semua mata pelajaran untuk mengikuti UAN tahun depannya. Ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya yang mempersilakan siswa hanya mengulang mata pelajaran yang tak lulus. Banyak orang tua yang mencemaskan aturan baru ini. Orang tua berpendapat syarat tersebut tidak fair karena menilai siswa hanya dari hasil ujian terakhir saja. "Bila ada seorang siswa tak lulus karena nilai matematika 4,00 atau di bawahnya, maka siswa tersebut harus mengulang untuk ujian tahun depan semua mata pelajaran. Ini suatu hal yang tidak logis dan tak manusiawi," tulis salah seorang ortu dalam surat pembaca di sebuah koran."Cobalah kita melihat di perguruan tinggi, mahasiswa hanya mengulang mata kuliah yang tidak lulus saja, tidak mengulang semua mata kuliah pada semester itu," sarannya.Arif Rahman memprediksi akan timbul protes besar atas kebijakan UAN baru tersebut. Apakah akan terjadi mogok nasional? Misalkan sebesar aksi di Kampar? "Nggak tahu. Itu sih cerita anda. Tapi pasti akan ada reaksi besar," demikian Arif Rahman. Anda juga harap-harap cemas dengan UAN? Silakan kirim pendapat anda ke detikcom.
(iy/)











































