"Tidak ada urgensi memanggil, penulis harusnya merespon perihal data-data yang diungkapannya," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Adrian Pasha di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Senin (28/12/2009).
Julian menyatakan Istana akan menelaah lebih lanjut buku tersebut setelah George memberikan penjelasan atas data-data yang dimuatnya.
"Sudah kita pelajari, buku Goerge Junus Aditjondro banyak hal-hal yang tidak benar. Kita akan telaah setelah acara pelucuran buku tersebut 30 Desember ini," kata Julian.
Julian menjelaskan, buku tersebut banyak menyebut data dari sumber sekunder. Namun, katanya, hal itu bukan suatu kekeliruan.
"Tapi sejauh mana keotentikan atau kevalidan data sekunder yang diambil, tugas penulis yang menjelaskan," ujar Julian.
(lrn/iy)











































