Merestui Pun Tidak Pernah
Ba'asyir Bantah Terkait Bom Bali
Rabu, 07 Apr 2004 16:20 WIB
Jakarta - Abu Bakar Ba'asyir membantah dirinya terlibat pemboman di Indonesia termasuk bom Bali dan bom di Hotel JW Marriott. Ba'asyir bahkan menegaskan tak pernah memberikan restu terhadap aksi teror tersebut.Demikian disampaikan pengacara Ba'asyir, Achmad Michdan mengutip pernyataan kliennya kepada wartawan di Rutan Salemba, Jakarta, Rabu (7/4/2004). Wartawan sebelumya ingin mewawancarai Ba'asyir, tapi tak diizinkan pihak rutan. Akhirnya wartawan menitipkan pertanyaan tertulis untuk Ba'asyir lewat Michdan."Tidak benar ustad merestui pemboman di Indonesia termasuk bom Bali dan bom Marriott. Ustad bahkan tidak pernah mengatakan orang kafir harus dibunuh. Karena walaupun kafir, ia boleh dan tidak dilarang bergaul dengan masyarakat," kata Michdan usai menemui Ba'asyir. Ba'asyir tetap berpendapat tudingan dirinya terlibat terorisme merupakan pesanan AS. Maka itu ia mewanti-wanti agar umat Islam di Indonesia bersatu. "Umat Islam juga harus menjaga kesatuan dan keamanan bangsa agar AS tidak bisa mengintervensi," kata Michdan.Pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki itu juga membantah pemberitaan minor terhadap dirinya di sejumlah media massa asing. Ba'asyir meluruskan dirinya tak pernah menyatakan memusuhi AS terutama warganya. "Ustad tidak mengatakan bahwa AS itu tidak benar. Bukan seperti itu. Yang ustad musuhi adalah kebijakan-kebijakan AS di bawah pemerintahan Bush. Jadi warga AS juga jangan terlalu percaya terhadap Bush," kata Michdan.Menurut Ba'asyir, apa yang menimpa dirinya merupakan arogansi AS. Nantinya AS pasti akan mendapat pembalasan. Apa yang dimaksud pembalasan? "Allah lah yang paling tahu apa pembalasan itu. Karena ustad sebagai tokoh agama tidak memiliki senjata. Kecuali pasrah terhadap ketentuan dari Allah," ucap Michdan.Sementara itu ratusan santri dari Solo yang menjenguk Ba'asyir telah meninggalkan Rutan Salemba. Dengan bus pariwisata mereka akan kembali ke Surakarta.
(iy/)











































