"Kita awalnya menerima laporan korban hilang enam orang. Tapi setelah semuanya turun, koordinator rombongan mengatakan tidak ada yang tertinggal di atas (puncak)," kata personel AGL, Rusli Daniel, saat dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).
Menurut Rusli, rombongan pendaki yang berasal dari salah satu pesantren di Jateng itu sudah diangkut ke Polres Magetan. Sebelumnya, rombongan dan juga jenazah korban tewas, Muji Rohman (18) dan Djumain (32), dievakuasi melalui jalur pendakian Cemoro Kandang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusli menjelaskan, rombongan pendaki itu naik ke puncak Lawu melalui jalur Jogorogo. Jalur pendakian yang terletak di Ngawi, Jatim itu, merupakan jalur ilegal. Hanya ada dua jalur resmi untuk naik Gunung Lawu, yakni Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu.
"Yang di Jogorogo itu adalah jalur penduduk, bukan jalur resmi. Medannya cukup terjal," urai Rusli.
Karena itu, dia mengimbau para pendaki yang akan melewatkan malam tahun baru 2010 di puncak Gunung Lawu untuk melewati jalur resmi. Sebab jalur ilegal sangat berbahaya serta Tim SAR kesulitan untuk menjangkaunya.
"Biasanya kalau malam tahun baru di sini ramai. Kita menyarakan agar pendaki lewat jalur Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu," saran dia.
Polsek Plaosan, Magetan, juga memastikan tidak ada korban hilang. "Yang ada cuma laporan dua jenazah," kata petugas jaga Polsek Plaosan, Eko, kepada detikcom.
Eko mengatakan 10 personel Polsek Plaosan dikerahkan untuk mengevakuasi para pendaki turun dari puncak gunung.
(irw/iy)











































