Jajal Busway, Penyandang Cacat Mengeluh Kesulitan

Jajal Busway, Penyandang Cacat Mengeluh Kesulitan

- detikNews
Rabu, 07 Apr 2004 14:26 WIB
Jakarta - Penyandang cacat dan sejumlah orang yang melakukan simulasi menggunakan kursi roda dan tongkat menjajal busway. Mereka pun mengalami kesulitan.Simulasi ini merupakan bagian dari acara 'Workshop keselamatan jalan' yang diadakan Dephub dan Yayasan Pelangi dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada hari ini. Acara bertema 'Road Safety is No Accident' diadakan di Kantor Dephub Jakarta, Rabu (7/4/2004).Usai acara workshop, peserta yang terdiri dari para pengelola gedung di jalan Thamrin, pegawai instansi pemerintah, anggota LSM, dan mahasiswa dengan kursi roda dan tongkat, serta penyandang cacat menuju Terminal Busway Monas.Fasilitas umum yang dicoba digunakan adalah busway, trotoar, dan telepon umum. Peserta bergerak mulai dari Dephub menuju Terminal Busway Monas. Mereka naik busway ke Terminal Busway Harmoni.Selama simulasi berlangsung, peserta banyak mengalami kesulitan menggunakan fasilitas umum. Terutama saat melewati trotoar, menyeberang jalan, dan saat naik busway dari terminal."Sebagian besar fasilitas umum masih sulit untuk dicapai dan belum aksesibel. Mulai dari trotoar, penyeberangan jalan, naik terminal, dan terutama naik ke busway, karena ada celah antara terminal dengan busway," keluh salah seorang peserta simulasi, Direktur Eksekutif Yayasan Tanpa Batas Gede Jaya Husada yang juga seorang penyandang cacat.Padahal menurut Kepmen Pekerjaan Umum 468/1998, tutur dia, sudah tertera bagaimana persyaratan teknis membuat bangunan dan lingkungan yana aksesibel bagi semua orang, termasuk penyandang cacat."Hal ini sangat disayangkan, karena tujuan adanya busway untuk digunakan publik. Tapi kenyataannya tidak bisa diakses oleh beberpa kalangan seperti penyandang cacat," sesal Gede Jaya.Dia pun sangat berharap agar hal ini dapat ditindaklanjuti pemerintah dengan melibatkan organisasi dan LSM yang peduli pada penyandang cacat.Pada kesempatan yang sama, Andi Rahma selaku peneliti program transportasi Yayasan Pelangi berpendapat, dengan adanya acara simulasi tersebut, pihaknya mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait dengan perancangan fasilitas umum untuk memperbaiki desain yang ada sekarang."Sebisa mungkin desain itu harus sesuai dengan prinsip desain universal yang dapat diakses siapapun, terutama karena adanya rencana Pemda membuat beberapa busway lagi dalam waktu dekat," kata Andi. (sss/)


Berita Terkait