Ratusan Santri Jenguk Ba'asyir di Rutan Salemba
Rabu, 07 Apr 2004 13:30 WIB
Jakarta -
Setelah mendemo Mabes Polri, ratusan santri dari Surakarta langsung menjenguk Abu Bakar Ba'asyir di Rutan Salemba. Mereka memprotes Ba'asyir belum juga dibebaskan. Para santri yang antara lain menjadi anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Front Pembela Islam (FPI) Surakarta, secara bergiliran menemui Ba'asyir, Rabu (7/4/2004). Sementara sebagian menemui Ba'asyir, sisanya menunggu di luar rutan Salemba sambil makan siang. Dalam aksinya, para santri itu mengritik Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar yang menetapkan Ba'asyir sebagai tersangka bom Bali. Mereka meyakini tindakan itu akibat tekanan AS. Para santri mengingatkan Da'i agar menolak intervensi AS. "Kapolri Bukan Satpam AS" kritik mereka dalam posternya.Para santri juga mengingatkan Kapolri agar tidak bersikap sewenang-wenang terhadap ulama. Menurut mereka polisi telah bersikap diskriminatif terhadaop Ba'asyir. Mereka mempersoalkan pembebasan Alex Manuputy dan upaya kaburnya Gunawan Santoso sebagai contoh diskriminasi. "Ingat Jabatanmu Hanya Sampai Kuburan," tulis mereka. "Jangan Gadaikan Ulama" , "Jeruk Kok Makan Jeruk, Da'i Kok Makan Da'i" dan "Manuputy Dibebaskan, Gunawan Santoso Diloloskan, Ba'asyir Kok Dijebloskan", protes mereka dalam posternya.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































