KPU Harus Turun Tangan Kumpulkan Data Manual Hasil Suara
Rabu, 07 Apr 2004 11:46 WIB
Denpasar - Menyusul lambatnya penghitungan suara, Panwaslu Bali mendesak KPU Bali segera turun tangan ke masing-masing PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk mengumpulkan data manual hasil perolehan suara.Desakan disampaikan Ketua Panwaslu Bali Wayan Juwana kepada wartawan di kantor Sekteratariat Panwaslu, Jl. Cok Agung Tresna, Denpasar, Rabu (7/4/2004)."Dengan kondisi geografis Bali yang bisa dijangkau dalam satu hari dan di masing-masing kabupaten dalam 6 jam, jika KPU bergerak terus menerus dan dibantu dengan mesin canggih seperti foto kopi kurang dalam 12 jam data komplit perolehan suara sudah diperoleh dari PPK," kata Juwana. Juwana menilai, KPU Bali, KPU Kabupaten/Kota selama penghitungan suara ini lebih banyak menganggur. Menurut Juwana, sekaranglah waktunya untuk menurunkan para pegawai dan anggota KPU untuk turun dan mengambil data secara langsung."Jika langkah ini ditempuh, Bali akan menjadi contoh demokrasi yang baik bagi daerah lain. Ini akan menunjukkan bahwa manajemen Pemilu di Bali bisa ditangani dengan profesional. Tidak hanya dengan mengandalkan data elektronik itu," katanya. Juwana mengungkapkan, Panwaslu Bali menemukan ketimpangan data antara data di IT dengan data manual. Kasus ini terjadi di PPK Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Di PPK itu, data perolehan suara yang tercatat di IT berbeda dengan data manual. "Jika demikian adanya jangan sampai masyarakat terbius oleh data-data yang kamuflase karena jika setelah dicocokkan dengan data manual jauh berbeda. Ini kan bisa menimbulkan konflik antar parpol dan masyarakat bisa beranggapan bahwa Pemilu tak beres," kata Juwana mengingatkan. Juwana juga menilai pengawasan terhadap petugas entry data di Bali belum maksimal. "Memang saya belum mencium ada kecurangan manipulasi data. Tapi di mana ada peluang di sana pasti ada kesempatan," ujarnya. Sementara itu, perolehan suara hingga pukul 12.00 WITA sementara masih dipimpin PDIP. Dari total suara yang telah dihitung sebanyak 146.268 suara, PDIP meraup 82.683 (56,52 persen). Di posisi kedua diduduki Golkar dengan 22.905 (15,65 persen). Kemudian menyusul PD, 8.523 (5,82), PKPB 7.965 (5,44) dan PNBK 5823 (3,98).
(iy/)











































