"Saya baru tahu dari televisi," kata mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat itu kepada detikcom, Senin (28/12/2009).
Ditanya apakah pihaknya akan mencari buku tersebut, Amari juga belum mau menanggapi. "Saya juga baru masuk pertama kali ini. Sabar dulu. Nanti saja kalau sudah ada informasi dari staf," ujar Amari yang dilantik menjadi Jamintel pekan lalu ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2009 ini saja, Kejagung melarang beredarnya 5 buah buku. Kelima buku tersebut adalah "Dalih Pembunuhan Massa Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto karangan John Rosa", "Suara Gereja bagi Umat Tertindas Penderitaan Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri" karangan Cocratez Sofyan Yoman, "Lekra Tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965" karya duet Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan, "Enam Jalan Menuju Tuhan" karangan Darmawan dan "Mengungkap Misteri Keberagaman Agama" karangan Syahrudin Ahmad.
Buku George menuai kontroversi sebab mengurai 'borok' Cikeas. Dalam salah satu bab bukunya, dosen Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta itu menyebutkan keterlibatan SBY dan keluarganya dalam kasus Bank Century. Menurutnya, buku tersebut merupakan hasil riset bersama sejumlah anggota tim peneliti dan dilengkapi dengan data-data yang bisa dipertanggungjawabkan.
(irw/nrl)











































