"(Buku itu) Jadi bahan referensi," ujar anggota Pansus dari Golkar, Bambang Soesatyo, kepada detikcom, Senin (28/12/2009).
Bambang menyatakan, dia telah mendapatkan 40 eksemplar buku tersebut yang akan dibagikan pada semua anggota Pansus. Buku itu didapatnya dari koleganya di Yogya pada Jumat 25 Desember.
"Walaupun demikian itu bukan hal yang baru bagi kita, hanya akan sebagai background saja," ujarnya.
Bambang juga menyayangkan buku itu lenyap dari pasaran. Apa yang terjadi seperti mengindikasikan gaya pemerintahan zaman Orde Baru.
"Justru penghilangan buku merupakan indikasi ada sesuatu yang ditutupi," ucap Bambang.
Menurutnya, jika ada yang keberatan dengan buku tersebut, bisa membalasnya secara intelektual, bukan dengan kekuatan. "Seperti kata George, buku dibalas dengan buku. Ini kan adu intelektual," tutup Bambang.
(ddt/nrl)











































